
Meneteskan air mata saat memotong bawang memang pengalaman yang familiar bagi banyak orang, dan ternyata itu bukan tanpa alasan.
Dilansir dari South China Morning Post pada Sabtu (5/4/2025), proses ini terjadi karena reaksi kimia yang melibatkan senyawa organik di dalam bawang yang memicu iritasi pada mata kita.
Menurut Jutta Papenbrock seorang profesor di Universitas Leibniz Hannover, ketika memotong bawang, sel-sel bawang dihancurkan dan menghasilkan campuran gas yang mengandung belerang.
Zat ini, yang awalnya ada di dalam sel bawang dalam bentuk isoalliin dan enzim alliinase, berfungsi untuk melindungi bawang dari predator.
Namun, ketika kita menghancurkan sel bawang, zat-zat tersebut bereaksi dan menghasilkan gas yang mudah menguap, yang kemudian mengiritasi mata kita dan memicu produksi air mata.
Ada beberapa cara untuk mengurangi iritasi ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan pisau yang tajam, yang dapat meminimalkan kerusakan pada sel bawang dan dengan demikian mengurangi pelepasan zat yang mengiritasi.
Selain itu, memotong bawang di bawah air mengalir atau membasahi talenan dan pisau dapat membantu menangkap uap gas yang terlepas, sehingga menghindari agar uap tersebut tidak masuk ke mata.
Menyimpan bawang dalam freezer beberapa menit sebelum dipotong juga memperlambat reaksi kimia yang terjadi, memberi Anda lebih banyak waktu sebelum iritasi dimulai.
Jika semua itu gagal, beberapa orang memilih mengenakan kacamata renang atau masker untuk melindungi diri dari uap bawang. Dan tentu saja, kipas angin di samping talenan bisa menjadi solusi yang efektif untuk mengarahkan uap menjauh dari wajah Anda.
Meskipun solusi praktis ini dapat membantu, siapa yang tahu, mungkin menangis sedikit saat memotong bawang adalah bagian dari pengalaman memasak yang tak terhindarkan. (saf/iss)