Rabu, 26 Februari 2025

3 Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadan untuk Menambah Berkah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Belasan ribu jemaah penuhi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dalam tarawih pertama di Ramadan 1445 Hijriyah, Senin (11/3/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Menjelang bulan suci Ramadan, umat Islam beramai-ramai untuk melakukan banyak amalan-amalan baik.

Mengutip tulisan Ulil Hadrawy di laman NU Online, beberapa amalan baik yang bisa dilakukan tersebut memiliki penjelasan sebagai berikut:

1. Ziarah Kubur dan Mendoakan
Kegiatan ini telah menjadi tradisi menjelang Ramadan. Selain membersihkan makam, umat Muslim biasanya mengirim doa oleh sebagian daerah dikenal dengan istilah kirim dungo poso (doa puasa) dan bertawasul kepada mereka yang telah mendahului, dengan harapan mendapatkan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. al-Maidah: 35)

Diriwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulallah Muhammad SAW. ketika menguburkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali bin Abi Thalib, Rasulullah berdoa:

اَللَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ

Artinya: Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah Engkau ampuni ibu kandungku. (HR.Thabrani, Abu Naim, dan al-Haitami) dan lain-lain.

2. Membersihkan Tempat Ibadah
Selain ziarah kubur, salah satu amal baik menyambut Ramadan adalah membersihkan tempat ibadah. Masjid dan mushala mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih, tadarus, dan buka bersama.

Kegiatan bersih-bersih ini mencakup menyapu halaman, membersihkan lantai, pencucian karpet dan sajadah, serta menghilangkan debu di berbagai sudut masjid. Hal ini bertujuan agar tempat ibadah dalam kondisi nyaman dan suci untuk menjalankan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai aktivitas ibadah lainnya.

Terutama, Islam sangat memerhatikan kesucian dan kebersihan pemeluknya, khususnya tatkala dalam melaksanakan ibadah. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: “… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222)

3. Mandi Sunnah dan Membersihkan Rumah
Sebelum puasa Ramadan umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan mandi sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual dan fisik.

Beberapa kitab fikih disebutkan bahwa mandi sunnah menjelang Ramadan merupakan amalan yang dianjurkan, terutama bagi mereka yang hendak menghadiri salat berjamaah. Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) dijelaskan:

و بقية الأغسال المسنونة مذكورة في المطولات منها الغسل لدخول المدينة الشريفة…ولكل ليلة من رمضان و قيده الأذرعي بمن يحضر الجماعة والمعتمد عدم التقييد بذالك

Artinya, “Dan sisa mandi-mandi yang disunnahkan telah disebutkan dalam kitab-kitab yang panjang pembahasannya. Di antaranya adalah membersihkan badan karena hendak memasuki kota Madinah,… dan setiap malam di bulan Ramadan. Imam Al-Adzra’i hanya membatasi pada orang yang hendak menghadiri berjemaah, sementara menurut pendapat yang kuat tidak ada pembatasan dalam hal itu.”

Selain mandi sunnah, menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku, merapikan rambut, serta memakai wewangian juga menjadi sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Rumah atau tempat tinggal adalah cerminan dari kehidupan seseorang. Ketika rumah bersih dan rapi, ibadah puasa Ramadan pun menjadi semangat dan penuh energi positif. Allah SWT menyukai tempat-tempat yang bersih. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah menjelaskan tentang anjuran membersihkan halaman rumah. Berikut haditsnya:

طَهِّرُوا أَفْنِيَتَكُمْ ، فَإِنَّ الْيَهُودَ لَا تُطَهِّرُ أَفْنِيَتَهَا ” . أخرجه الطبراني

Artinya: “Sucikanlah halamanmu, karena orang Yahudi tidak menyucikan halamannya.” (HR Thabrani dalam Al Mu’jam Al-Awsat) (4057).

Dengan menjalankan amalan-amalan ini, umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, lingkungan yang nyaman, dan kesiapan spiritual yang lebih baik. (dra/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Rabu, 26 Februari 2025
28o
Kurs