
Pemerintah Rusia pada Selasa (1/4/2025) mengatakan bahwa Rusia terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan “mereka yang menginginkannya,” saat menanggapi pernyataan sebelumnya oleh Alexander Stubb Presiden Finlandia.
“(Vladimir) Putin Presiden telah berulang kali mengatakan bahwa negara kita terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan mereka yang menginginkannya,” kata Dmitry Peskov juru bicara Kremlin, dikutip Antara, Rabu (22/4/2025).
Pada Senin (31/3/2025), Stubb mengatakan selama kunjungannya ke Inggris bahwa negaranya perlu “mempersiapkan diri secara mental” untuk memulihkan hubungan dengan Rusia, mencatat bahwa Moskow “akan menjadi tetangga kita sekarang dan di masa mendatang.”
Peskov menyatakan bahwa Rusia tidak pernah memulai memperburuk hubungan dengan negara-negara tetangganya, termasuk Finlandia, dia menuduh Helsinki, serta Swedia, memilih untuk menghilangkan hubungan tersebut.
“Tidak ada masalah, ada kerja sama yang saling menguntungkan. Perusahaan-perusahaan dari kedua negara menerima dividen dan manfaat dari kerja sama ini. Sayangnya, ini adalah keadaan hubungan kita yang menyedihkan yang kita lihat sekarang,” katanya.
Juru bicara itu menuduh Finlandia dan Swedia “menyeret infrastruktur militer NATO ke wilayah mereka.”
Peskov juga mengomentari pernyataan Donald Trump Presiden AS tentang penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, seraya mengatakan bahwa Moskow melanjutkan kontaknya dengan pihak Amerika.
Pada Minggu (30/3/2025), Trump mengatakan bahwa dia “sangat marah” kepada mitra Rusianya atas komentarnya yang mengkritik kredibilitas Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina, dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi pada sektor minyak Rusia jika dia yakin Kremlin tidak berkontribusi pada upaya untuk mengamankan gencatan senjata di Ukraina.
“Topiknya sangat kompleks, substansi yang sedang kita bahas, terkait dengan penyelesaian Ukraina, membutuhkan banyak upaya tambahan,” tambah Peskov. (ant/nis/faz)