
Han Duck-soo Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel), yang diangkat sebagai penjabat presiden setelah Yoon Suk-yeol mantan presiden digulingkan dari jabatannya, diperkirakan akan menetapkan tanggal pemilihan presiden yang digelar lebih awal (snap presidential election) pekan depan.
Melansir kantor berita Yonhap, Sabtu (5/4/2025), Han berbicara via telepon dengan kepala Komisi Pemilihan Umum Nasional (National Election Commission/NEC) Korsel untuk membahas cara menyelenggarakan pemilu tersebut, setelah Yoon dicopot dari jabatannya dengan putusan mahkamah konstitusi yang menguatkan mosi pemakzulan Yoon oleh Majelis Nasional.
Hasil pembicaraan itu, Han kemungkinan besar akan memutuskan tanggal pemilihan presiden dalam rapat kabinet berikutnya yang dijadwalkan digelar pada 8 April.
Berdasarkan undang-undang Korsel, penjabat presiden harus menetapkan tanggal pemilihan dalam waktu 10 hari dan menyelenggarakan pemilu yang dipercepat dalam waktu 60 hari sejak presiden digulingkan dari jabatannya.
Dalam kasus ini, batas waktu penetapan tanggal pemilihan dan penyelenggaraan pemilu awal jatuh pada 14 April dan 3 Juni.
Untuk diketahui, Yoon mengumumkan darurat militer pada 3 Desember malam tahun lalu, tetapi beberapa jam kemudian deklarasi itu dicabut oleh Majelis Nasional Korsel yang dipimpin oleh pihak oposisi.
Mosi pemakzulan terhadap Yoon pun disahkan di parlemen pada 14 Desember, dan Yoon didakwa pada 26 Januari sebagai tersangka dalang pemberontakan. Puncaknya pada, Jumat (4/4/2025) kemarin, Mahkamah Konstitusi Korea Selatan resmi mencopot Yoon dari jabatannya sebagai Presiden Korsel. (bil/faz)