
Dito Ariotedjo Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan Student Athletics Championships (SAC) Indonesia, terutama kepada para orang tua atlet.
“Yang paling penting adalah para orang tua yang telah mengantarkan para atlet ke kompetisi ini. Tanpa dukungan dan partisipasi mereka, SAC tidak akan sebesar dan sesukses ini,” ujar Menpora, Sabtu (22/2/2025).
Menurut Dito, SAC yang diselenggarakan oleh DBL Indonesia dan PASI dalah sebuah ekosistem yang sangat baik
“Di mana DBL sebagai penyelenggara, PASI yang menggali potensi atlet, dan Kemenpora yang menindaklanjuti hingga menghasilkan juara dunia,” sambungnya dalam laman resmi Kemenpora.
Dito juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan olahraga atletik di Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas latihan di Pengalengan dan sebentar lagi akan diresmikan pusat pelatihan di Cibubur
“Saat ini kami sedang bekerja keras agar atletik di Indonesia semakin maju,” tegasnya.
Menpora juga menanggapi aspirasi mengenai atletik sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa Kemenpora sedang berdiskusi dengan Kemendikdasmen untuk memformulasikan kebijakan ini.
“Bapak Presiden menginginkan agar jam olahraga di sekolah bertambah, dan atletik dasar akan menjadi materi yang kami perjuangkan. Apalagi atletik adalah ‘mother of sport’, induk dari segala cabang olahraga,” ucapnya. (saf/iss)