
Pengprov FOPI Jawa Timur (Jatim) masih yakin cabang olahraga petanque akan dilombakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami tidak akan mengubah apa pun. Kami tetap yakin (petanque) akan (dilombakan) di sana. Kami tetap fokus dan kami tetap yakin akan ada petanque di PON,” terang Dwi Cahyo Kartiko Ketua Pengprov FOPI Jatim, Rabu (26/2/2025) petang.
Berbeda dengn PON sebelumnya, cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XXII/2028 di NTB-NTT harus memiliki empat kriteria, yakni cabang olahraga olimpik, masuk Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), cabang olahraga unggulan Indonesia di Asian Games dan SEA Games, serta dua cabang usulan tuan rumah.
Inililah yang membuat sejumlah cabang olahraga sedang ketar-ketir karena terancam tidak dipertandingkan di PON. Meski, KONI Pusat sendiri sudah menyiapkan empat “PON Mini”, yakni PON Remaja, PON Indoor, PON Pantai, dan PON Bela Diri.
Dwi Cahyo Kartiko menegaskan, belum pastinya petanque dilombakan di PON XXII/2028 tak akan mengubah orientasi pembinaan olahraga ini di Jawa Timur.
“Kami punya keyakinan dan tidak akan mengubah apa pun, jalan saja. Jika nanti hal terburuk terjadi di mana tidak ada petanque di PON, kami juga siap. Sebab tidak ada ruginya,” tegasnya.
“Jangan sampai kami tidak berlatih karena tidak dilombakan di PON, ternyata akhirnya dilombakan di PON. Jika nanti pun tidak ada di PON, kami bisa membuat kompetisi sendiri semacam mini PON,” terang Dwi Cahyo. (saf/ipg)