Senin, 7 April 2025

Warga Kediri Kembangkan Budidaya Kambing Pedaging Boer dari Australia

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Warga Kediri, Deny Widyanarko menunjukkan kambing boer dari Australia yang kini dikembangkannya di lahannya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2025). Foto: Antara

Seorang warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yakni Deny Widyanarko mencoba mengembangkan budidaya kambing boer dari Australia di daerahnya, Kediri, sehingga bisa berkembang.

Deny mengatakan kambing boer ini mempunyai nilai lebih ketimbang kambing lokal termasuk soal berat badan. Bahkan untuk kambing usia dewasa beratnya bisa hingga 100 kilogram per ekor.

“Kami breeding jenis kambing boer, kambing pedaging dari Australia yang aslinya dari Afrika. Berbagai macam jenis kambing kami breeding di sini, masih jalur asli, warna original,” katanya di lokasi budi daya, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu (5/4/2025).

Ia mengatakan, budi daya ini baru digelutinya. Terinspirasi dari para peternak dari Indonesia yang dinilainya sudah sangat bagus untuk sistem peternakan, namun masih belum optimal untuk daging kambingnya.

Menurut dia, keunggulan kambing boer ini adalah berat badan yang lebih ketimbang jenis kambing lokal lainnya. Misalnya untuk kambing sama-sama usia lima bulan, yang kambing boer ini beratnya bisa mencapai 25 kilogram sedangkan kambing lokal antara 12 kilogram hingga 15 kilogram.

Ia menilai dari perbedaan tersebut sudah ada selisih yang sangat signifikan, padahal usianya juga sama masih lima bulan.

Dirinya tertarik untuk mengembangkan kambing boer ini sehingga ke depan juga berdampak positif pada tingkat kesejahteraan peternak.

Ke depan akan disilangkan kambing boer ini dengan kambing lokal, sehingga bisa memperbaiki genetika ternak. Dengan itu, kualitas ternak juga bisa meningkat sehingga tingkat kesejahteraan peternak juga meningkat.

“Dengan waktu yang sama, tapi berat dari ternaknya jauh berbeda. Itu keunggulan yang bisa untuk memperbaiki genetika peternak kita. Ke depan kami ingin mengembangbiakkan, jalur murni dijaga yang kami bantukan ke peternak di Kabupaten Kediri,” ujar dia, seperti dilaporkan Antara.

Selain soal berat kambing yang lebih ketimbang kambing lokal, Deny yang juga seorang pengusaha ini mengatakan kambing boer tersebut juga mudah beradaptasi dengan lingkungan di Tanah Air.

Kambing boer tersebut mudah dipelihara. Untuk pakan juga sama dengan kambing lokal dari dedaunan hijau.

“Kambing boer ini lebih mudah. Dia makannya termasuk rakus, semua dimakan sehingga akan memudahkan petani untuk memberikan pakan. Sekarang juga ada namanya por yang bisa diberikan untuk tambahan protein. Ini bisa membantu peternak lebih baik,” kata dia.

Deny mengaku dirinya awalnya punya empat betina dan dua pejantan dan saat ini sudah berkembang menjadi 11 ekor. Beberapa kambing sudah punya anak sedangkan beberapa betina juga masih dalam kondisi bunting.

Selain mengembangkan kambing boer, Deny mengatakan juga punya konsep untuk pertanian dan peternakan terintegrasi, yang ada dalam laboratorium mini di ladangnya.

Di lokasi tersebut, juga ada peternakan ayam petelur dengan skala kecil. Telur ayam tersebut nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, ada juga perikanan Akuaponik, yakni adalah sistem budi daya ikan dan tanaman yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik. Dengan memberi pakan untuk ayam, selain bisa panen telur ayam, untuk kotoran bisa untuk budi daya maggot, yang nantinya maggot bisa untuk makanan ikan.

Kemudian ikan-ikan yang dirawat di dalam tong, air dari dalam tong itu dikombinasikan dengan sayur di atasnya sehingga juga bisa mendapatkan sayur yang otomatis organik.

Dengan sistem itu, bisa mendukung ketahanan pangan, yang juga program dari pemerintah. Dengan itu pula, bisa menjadi alternatif untuk mencukupi gizi keluarga.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Senin, 7 April 2025
26o
Kurs