
Pada tahun 2028 Kota Surabaya akan punya bus dengan lajur khusus bebas kemacetan. Tundjung Iswandaru Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya melaporkan rencana itu ke Wali Kota Surabaya, dalam pemaparan visi-misi kepala dinas untuk mempertahankan jabatan.
“Nanti rutenya sama tetap barat ke timur, dan utara ke selatan,” katanya di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Jumat (7/3/2025).
Bus Rapid Transit (BRT) yang dibangun dengan pendanaan bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu nanti, akan punya lajur khusus, salah satunya berupa jalan layang.
“Bedanya ada beberapa jalan, 6 kilometer (yang pada gambar) berwarna merah jalan melayang di atas,” kata Tunjung menjelaskan gambaran rencana BRT.
Jalan layang untuk jalur BRT itu salah satunya di Jalan HR. Muhammad.
“HR. Muhammad yang nanti direncanakan seperti itu. Kemudian ada beberapa lokasi yang pakai fly over,” imbuhnya.
Berdasarkan paparannya, pembangunan prasarana untuk BRT akan berlangsung dua tahun, 2027-2028. Sementara operasional sudah mulai dilakukan 2028.
“Penyusunan DED dan usulan green book 2025-2026,” imbuhnya.
Proyek BRT ini bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, dan didanai bank luar negeri. (lta/kak/iss)