
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menetapkan tiga orang tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) di Kabupaten Sampang untuk perbaikan jembatan senilai Rp1,5 miliar pada tahun 2020.
Dari informasi yang dihimpun, dua di antara tersangka itu berjenis kelamin wanita inisial SR (26 tahun) dan WF (27 tahun) warga Tambelangan, Sampang. Mereka adalah ketua pimpinan pokmas bernama Dewan Baru dan Panca Indera.
Kemudian, seorang pria inisial MS (33 tahun) warga Tambelangan, yang merupakan sekretaris sekaligus bendahara pokmas Dewan Baru.
Kombes Budi Hermanto Dirreskrimsus Polda Jatim membenarkan bahwa ketiga tersangka telah ditetapkan tersangka atas dugaan kasus korupsi dana hibah pokmas untuk pembangunan jembatan, yang merugikan negara Rp1,5 miliar.
Ketiga tersangka sudah ditahan di Mapolda Jatim sejak Rabu (19/2/2025) kemarin untuk menuntaskan penyidikan
dan merampungkan berkas perkara agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sampang.
“Iya benar (mereka status tersangka), saat ini akan dilakukan penahanan tanggal 19 Februari 2025 kemarin. Kalau berkas sudah dinyatakan lengkap akan di limpahkan ke JPU,” kata Budi Hermanto, Jumat (28/2/2025).
Sementara itu, AKBP Edy Herwiyanto Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim menjelaskan dana itu disalurkan kepada Pokmas Panca Indra dan Pokmas Dewan Daru untuk pembangunan Jembatan di Desa Banjarbillah Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Soal potensi penambahan tersangka dalam kasus korupsi Rp1,5 miliar ini. Edy menyatakan penyidik masih mengembangkan kasusnya dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.
“Intinya kasus masih dikembangkan. Keterangan dari fakta-fakta tersebut masih kami kembangkan lagi. Tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain. Benda yang disita gak ada (harta benda; rumah atau mobil),” tandasnya.(wld/ris/iss)