
Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mencairkan THR lebaran Rp412.631.998.419 bagi seluruh guru, baik PNS, PPPK, GTT dan juga PTT di bawah naungan Pemprov Jawa Timur.
Pencairan ini telah dilakukan secara bertahap pada 26-28 Maret 2025 melalui rekening masing-masing guru baik yang berstatus PNS, PPPK maupun GTT dan juga PTT.
“Alhamdulillah, sesuai dengan instruksi bapak Presiden kami telah mencairkan lebih dari Rp 412,6 miliar untuk para guru di lingkungan Pemprov Jatim baik yang ASN maupun yang Non ASN,” ungkap Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim.
Khofifah merinci, total Rp412,6 miliar tersebut diperuntukkan bagi Gaji THR Guru tahun 2025, Tunjangan Profesi Guru untuk THR dan Gaji ke-13 Tahun 2024, Honorarium GTT dan PTT bulan Januari, Februari dan THR.
Selanjutnya, tambahan penghasilan Pegawai berdasarkan Prestasi Kerja ASN Dindik Jatim, Candindik Wilayah, dan sekolah bulan Januari-Februari dan THR.
Kemudian juga tambahan Honorarium bulan Januari, Februari dan THR bagi Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) di Lingkungan Dindik Jatim.
Khofifah mengatakan, pencairan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam menjamin kesejahteraan seluruh tenaga pendidik Jawa Timur, utamanya menjelang Libur Lebaran.
“Kami pastikan seluruh guru baik yang ASN maupun yang memenuhi syarat dan GTT/PTT yang sesuai SK Gubernur menerima haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga mereka bisa tenang saat cuti dan berkumpul dengan keluarga,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Aries Agung Paweai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memastikan para guru ASN dan GTT/PTT yang menerima anggaran ini telah memenuhi persyaratan.
Yakni Memenuhi Jam Mengajar (24 jam dalam seminggu), Menyusun SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) setiap Bulan, serta bagi GTT dan PTT, mereka merupakan penerima yang tercantum dalam SK Gubernur. (kir/saf/faz)