![](https://www.suarasurabaya.net/wp-content/uploads/2025/01/Antrean-Jeep-di-Bromo-170x110.jpg)
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengimbau wisatawan dengan tujuan ke Gunung Bromo via Kabupaten Malang dan Lumajang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya tanah longsor akibat cuaca ekstrem.
“Pihak TNBTS mengimbau masyarakat yang akan melintas di jalur Malang-Lumajang untuk berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem terutama pada saat kondisi hujan deras,” kata Hendra Wisantara Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Senin (10/2/2025).
Imbauan dari Balai Besar TNBTS menyusul terjadinya tanah longsor di jalur akses menuju Gunung Bromo hari ini.
Kejadian longsor itu menyebabkan jalur akses menuju Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang terputus. Kejadian tersebut juga berdampak pada tertutupnya dua jalan lain, yakni akses utama ke arah Gubuklakah dan jalan menuju Dusun Jarak Ijo.
“Saat ini akses ke Bromo dari arah Malang dan Lumajang maupun sebaliknya masih tertutup (material longsor),” ujarnya dikutip dari Antara.
Hendra menjelaskan, untuk jalur longsor yang berada di kawasan Desa Ngadas berangsur pulih dan mulai bisa dilintasi kendaraan roda dua, setelah sebelumnya dilakukan penanganan oleh petugas gabungan bersama masyarakat setempat.
Sedangkan untuk jalur lainnya masih dalam proses normalisasi setelah kejadian tanah longsor.
“Kondisi di titik pertama sudah ditangani dan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua,” kata dia.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan pelaku perjalanan wisata dan masyarakat setempat untuk terus memantau perkembangan penanganan tanah longsor itu. (ant/dra/saf/ipg)