
Kantor media otoritas Jalur Gaza mengutuk keputusan Israel yang melarang masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar minyak. Sehingga, memperparah bencana kelaparan di wilayah Palestina itu.
Dalam pernyataannya pada Selasa (1/4/2025), kantor media tersebut mengklaim Israel melakukan kejahatan baru terhadap 2,4 juta penduduk Gaza dengan melarang kiriman tepung, bantuan, dan bahan bakar selama sebulan.
“Hal itu telah menyebabkan semua toko roti tutup total, memperparah kelaparan yang mengancam jiwa warga sipil,” tulis pernyataan itu, yang dikutip Antara.
Pihak media tersebut juga meminta PBB, komunitas internasional, dan kelompok hak asasi manusia untuk segera turun tangan dan menekankan bahwa Gaza telah memasuki kondisi kelaparan serta menyebutnya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.
Sebelumnya, Abdel Nasser Al-Ajrami Ketua Asosiasi Pemilik Toko Roti di Jalur Gaza, mengatakan, toko-toko roti yang mendapat bantuan dari Program Pangan Dunia berhenti beroperasi lantaran kekurangan bahan baku dan solar karena Israel menutup perbatasan.
Sementara itu, Hamas kelompok perlawanan Palestina, menyebut kondisi tersebut sebagai eskalasi berbahaya dari aksi genosida Israel.
Sekadar diketahui, pada Minggu 2 Maret 2025 lalu, Israel menutup pintu perlintasan di Gaza untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, pertolongan, dan medis.
Benjamin Netanyahu PM Israel mengatakan, akan meningkatkan intensitas serangan di Gaza dan merealisasikan rencana Donald Trump Presiden AS untuk mengusir Warga Palestina.
Kemudian, sejak 18 Maret 2025, Pasukan Israel melakukan serangan udara di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.
Serangan itu telah menghancurkan kesepakatan pada Januari 2025 tentang gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas. (ant/bel/ham/rid)