Senin, 31 Maret 2025

Jasa Tukar Uang Pinggir Jalan Menjamur Jelang Lebaran 2025, Ambil Keuntungan 25 Persen Tiap Transaksi

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Pecahan nominal Rp5.000 hingga Rp20.000 paling banyak dicari masyarakat yang ingin menukar uang, Jumat (28/3/2025), Foto: Akira suarasurabaya.net

Jasa tukar uang pinggir jalan kembali menjamur jelang Lebaran. Bahkan, ada yang mengaku telah membuka lapak penukaran uang sejak Ramadan hari ketiga.

Pantauan suarasurabaya.net, tiga hari jelang Lebaran 2025, Jumat (28/3/2025), penyedia jasa tukar uang baru ini ramai mulai dari Jalan Bubutan hingga Jalan Pahlawan.

Basori (31 tahun) salah satunya, yang mengaku merupakan keturunan ketiga dari keluarganya selalu membuka jasa penukaran uang saat memasuki bulan puasa. “Biasanya saya buka dari Ramadan hari ketiga sampai H+3 Lebaran,” terangnya di Jalan Pahlawan.

Penyedia jasa tukar uang baru menjamur di kawasan Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (28/3/2025). Foto: Akira suarasurabaya.net

Menurut Basori, nominal yang paling banyak dicari orang adalah pecahan Rp5.000 dan Rp20.000. Dia juga mengatakan, menarik sekitar 25 persen atau Rp25.000 untuk setiap penukaran Rp100.000.

Tarif yang dia tarik ini, tidak sepenuhnya bersih. Karena dia harus memberikan sekitar 10 persen pada penyuplai uang pecahan itu.

“Pecahan uang ini saya ambil langsung dari Jakarta. Tiap tahun saya ambil di orang yang sama,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, Basori mengaku kulakan uang pecahan hingga Rp500 juta dari modal utang-utangan. Dari modal itu, dia untung sekitar Rp150 juta.

Meski begitu, warga Jalan Sulung itu mengaku penjualan tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.

“Ada penurunan, tapi saya belum hitung jumlahnya. Yang pasti mendekati Lebaran biasanya ramai, ini tenang-tenang saja,” jelasnya.

Sementara itu, Lusiana (53 tahun) seorang penyedia jasa tukar uang lainnya mengaku bahwa pekerjaan ini juga memiliki risiko. Salah satunya adalah peredaran uang palsu. “Kalau orang lain takut dapat uang palsu, kami juga,” katanya.

Dua tahun lalu, Lusiana mengaku pernah mendapat uang palsu dari penukar dengan nominal kurang lebih Rp1 juta.

“Sebenarnya juga sampai sekarang masih was-was. Karena penukar uang kan jarang turun dari kendaraan. Tapi karena di area ini (Tugu Pahlawan) banyak petugas berjaga, saya sedikit lega,” tandasnya.

Sementara dari para pengguna jasa, Devi (24 tahun) warga Tegalsari mengaku memilih menukarkan uang di pinggir jalan karena butuh nominal banyak.

“Butuh nominal cukup banyak. Sementara kalau di bank kan dibatasi. Saya juga ketinggalan info penukaran. Jadi ya sudah, karena butuh cepat, saya tukar di sini saja,” tuturnya di Jalan Bubutan. (kir/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Senin, 31 Maret 2025
30o
Kurs