Jumat, 28 Februari 2025

Inovasi Siswa SMP di Surabaya Olah Tulang-Sisik Bandeng Jadi Nuget

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Kelompok pelajar SMP di Surabaya yang mengolah limbah tulang-sisik bandeng jadi nuget. Foto: Istimewa

Lima siswa asal SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya berinovasi mengolah limbah bandeng dari produk olahan nuget.

Kelimanya, Felio Altaf Prajatara, Muhammad Farzana Admawidya, Daekenzie Ar Rayyan Adityawarman, Richie Medina Tarwoto, dan Zivara Rahmalika Alyadeena Maricar Sahib.

Ide itu, kata Felio, salah satu anggota tim berawal dari melihat banyak limbah bandeng di pasar. Berupa sisa tulang ikan, sisik, dan bagian lainnya.

“Ide ini berawal saat kami membantu ibu belanja ikan di pasar. Di sana ternyata kami banyak menemukan sisa tulang bandeng, sisik, dan organ lainnya,” katanya, Jumat (28/2/2025).

Selain karena kandungan gizi, mengutip data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, produksi ikan bandeng di Indonesia sudah mencapai 753.648 ton tahun 2023. Begitu juga konsumsi olahan ikan bandeng nasional mencapai 652.718 ton di tahun yang sama.

Limbah bandeng itu diolah dengan tepung suweg yang berasal dari umbi suweg yang kaya karbohidrat dan serat kasar.

Hasil pengecekan di laboratorium, nuger itu punya kandungan gizi lengkap. Terdiri dari karbohidrat sebesar 24,02 persen, protein 20,44 persen, dan lemak 14,82 persen. Sementara kadar kalsiumnya sebesar 10 miligram.

“Hasil uji organoleptik menunjukkan skor rata-rata 8. Artinya, produk ini dinilai baik dan dapat diterima oleh masyarakat,” susul Farzana anggota lainnya.

Produk nuget dipilih, karena paling banyak digemari anak.

“Kalau konsumsi dalam bentuk naget tentu akan lebih menarik dibanding yang masih berbentuk ikan. Khususnya untuk anak-anak. Apalagi, ini cukup aman apabila dibandingkan naget di pasaran karena memiliki kandungan gizi yang lengkap dan tanpa zat kimia,” katanya lagi.

Produk yang diberi nama Chranos, dari gabungan nama ilmiah limbah bandeng dan tepung suweg itu membuat kelompok siswa ini meraih medali emas di kompetisi ilmiah internasional, 5th Youth International Science Fair (YISF) mulai 13 Januari-25 Februari lalu.

Untuk diketahui, 5th Youth International Science Fair (YISF) dan 7th Youth National Science Fair (YNSF) adalah kompetisi ilmiah bergengsi yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Universitas Negeri Malang (UM).

Mereka berencana mengusulkan nuget olahan ini jadi varian menu dalam Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Apalagi nuget ini cukup sehat dengan rasa yang enak. Sehingga, ini juga cocok dengan program pemerintah untuk menyelesaikan stunting,” tandas Richie anggota tim. (lta/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Jumat, 28 Februari 2025
28o
Kurs