
Serangan Rusia di kota Kryvyi Rih, Ukraina pada Jumat (4/4/2025) kemarin, menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk sembilan anak-anak, kata pejabat setempat.
Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan pertemuan militer di kota tersebut.
Serhiy Lysak gubernur wilayah Dnipropetrovsk mengungkapkan, sebuah rudal menghantam kawasan permukiman, menewaskan 18 orang dan memicu kebakaran.
Setelah itu, pesawat nirawak Rusia meluncurkan serangan tambahan yang menghantam rumah-rumah, menewaskan satu orang lagi, kata Oleksandr Vilkul, administrator militer kota Kryvyi Rih.
Dilansir dari Reuters pada Sabtu (5/4/2025), foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan jasad korban yang tewas dan terluka tergeletak di trotoar, sementara asap abu-abu mengepul ke langit.
Petugas penyelamat bekerja sepanjang malam, dengan bantuan senter untuk mengevakuasi korban dan memindahkan mobil-mobil yang hancur serta membersihkan bangunan yang rusak.
“Ada anak-anak yang sudah meninggal tergeletak di sana, orang tua yang menangis, itu mengerikan,” kata Yulia (47 tahun) seorang saksi mata yang melihat kerusakan di apartemennya.
Serangan terhadap kota asal Volodymyr Zelenskiy Presiden Ukraina ini merupakan salah satu serangan paling mematikan yang dilakukan Rusia tahun ini sejak dimulainya invasi besar-besaran pada Februari 2022.
Layanan darurat melaporkan bahwa lebih dari 50 orang terluka, dengan lebih dari 30 orang, termasuk bayi berusia tiga bulan, dirawat di rumah sakit.
Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam serangan ini. Namun, ribuan orang telah tewas atau terluka sejak invasi dimulai. (saf/iss)