Sudin Ketua Komisi IV DPR RI mengatakan, anggaran untuk mengelola Taman Nasional (TN) Alas Purwo, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang merupakan kawasan konservasi masih sangat minim.
Menurutnya, dengan luasan kawasan konservasi 44.037,30 hektare dan jumlah sumber daya manusia sekitar 100 orang, dana Rp105 miliar tidak akan cukup untuk mengelola kawasan tersebut.
“Kami di Komisi IV DPR dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebetulnya sudah komitmen agar ada tambahan anggaran sekitar setengah triliun. Tapi, dikasih cuma Rp105 miliar. Bayangkan saja, SDM di sini cuma sekitar 100 orang untuk menjaga luasan sekitar 44 ribu hektare, pasti tidak cukup. Makanya, kami upayakan supaya didengar Kementerian Keuangan supaya dia tau menjaga alam itu tidak mudah, dan membutuhkan biaya yang sangat banyak,” ujar Sudin di sela meninjau kawasan konservasi TN Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (1/9/2023).
Selain itu, legislator dari PDI Perjuangan tersebut juga mengusulkanvPenerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti tiket masuk dinaikkan. Tapi, ada kompensasinya.
“Saya tadi sudah bicara dengan Pak Sekjen KLHK, kira-kira PNBP bisa dinaikkan mungkin dari Rp5 ribu menjadi Rp10 ribu. Tapi, untuk anak pelajar dan sekolah digratiskan. Supaya mereka tau, menjaga alam itu tidak gampang, dan menjaga kelestarian lingkungan itu kewajiban bersama,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Sudin juga mengapresiasi kinerja petugas di lapangan. Dengan keterbatasan yang ada, para pengelola TN Alas Purwo sudah bekerja sangat bagus, hutannya terlihat masih sangat asli dan terjaga dengan baik.
“Ini berbeda dengan beberapa tempat yang telah kami kunjungi, Jadi, harapan saya kepada adik-adik yang bekerja di Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) agar tetap berjalan kegiatan pengelolaan hutan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih sudah menjaga alam dengan baik, seperti tadi kami juga sempat melepas tukik ke laut,” tandasnya.(rid)