Senin, 24 Februari 2025

Hadapi Terorisme, BNPT Minta Bantuan Lembaga Telik Sandi dan Densus 88

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Tito Karnavian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan, aksi teror dan bom bunuh diri di Lahore Pakistan, Minggu (27/3/2016) dan di beberapa negara harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebelumnya aksi teror dan bom bunuh diri terjadi Belgia, Perancis, Turki dan Irak. Aksi teror seperti itu bisa terjadi kapan dan dimana saja dengan memanfaatkan kelengahan aparat keamanan dan masyarakat.

Untuk menghadapi berbagai kemungkinan itu BNPT akan memaksimalkan kerjasama dengan Densus 88 anti teror. “Densus memiliki intelejen dan pasukan pemukul di darat laut dan udara yang tangguh,” kata dia.

Mantan Kapolda Metro Jaya yang cukup lama bertugas di Densus 88 akan lebih berkoordinasi untuk membangun kekuatan menghadapi terorisme.

“Kita punya BIN, Bais, intelejen kejaksaan kalau disinergikan akan menjadi kekuatan yang dapat mendeteksi kejadian sejak dini,” ujarnya.

Soal kelompok Santosa pengganggu keamanan di Poso, kepala BNPT mengatakan, ruang gerak Santosa dan pengikutnya terus dipersempit oleh satgas gabungan Polri dan TNI. Tinggal menunggu waktu saja. (jos/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Senin, 24 Februari 2025
28o
Kurs