Bahan fashion tradisional rupanya mampu bicara di level Dunia. Rhy Surya Executive Director Asia Fashion Week mengatakan, event Asian Fashion Week di Surabaya kali ini mengekspose kearifan lokal Indonesia.
Bahan tenun, songket dan batik menjadi tema yang menonjol tampil di panggung Asian Fashion Week 2014 Surabaya. Sebanyak lima desainer Indonesia yang tampil diantara puluhan desainer luar negeri mengangkat cita rasa lokal.
Pada Sabtu (16/8/2014) lalu di Asian Fashion Week, Sisca satu diantara desainer Indonesia menampilkan bahan batik yang dirancang model laser cut. Jadi cara pemotongan kainnya bukan pakai gunting biasa tapi laser. Maka hasil potongannya akan lebih rapi.
Sementara Yunita Kosasih asal Surabaya membawakan batik khas Solo yang dimodif monokrom sehingga corak batiknya terlihat hitam putih.
Penonton yang menjejali Ciputra World pada Sabtu (16/8/2014) kemarin dibuat surprise dengan tampilnya desainer dan bahan tradisional Indonesia yang mampu bicara pada event fashion internasional Asian Fashion Week 2014 di Surabaya itu. (gk/dwi)