Kamis, 27 Februari 2025

Suara Surabaya Sambut Ramadan dengan Kajian #RamadanAjaDulu

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ustadz Marzuki Imron mengisi pengajian menjelang ramadhan dengan tema "Ramadhan Aja Dulu" di Suara Surabaya Media, Kamis (27/2/2025). Foto: Nova Trisya Kaka Mg suarasurabaya.net

Menyambut ambut bulan suci Ramadan, Suara Surabaya Media adakan pengajian dengan tema #RamadanAjaDulu pada, Kamis (27/2/2025) siang, yang diisi oleh Ustaz Marzuki Imron.

Acara itu dibuka dengan pembacaan Surat Al-Baqarah ayat 183-186 mengenai ibadah puasa yang diwajibkan bagi orang-orang bertaqwa. Pendakwah yang mendapat julukan Ustaz Naruto itu memberikan tausiah mengenai bagaimana cara agar tidak membatalkan pahala puasa.

(Kanan) Jihan dan Dera membaca ayat suci Al-Quran sebagai pembuka acara pengajian menjelang Ramadan di Suara Surabaya Media, Kamis (27/2/2025). Foto: Fatihah Salsabila Mg suarasurabaya.net

Ustaz Marzuki menyebutkan bahwa keutamaan puasa adalah bukan mengenai puasa yang tidak batal, tetapi tidak batalnya pahala dalam puasa. Dalam tausiahnya Uztaz Marzuki Imron menyebutkan bahwa ada tiga hal yang bisa dilakukan agar tidak membatalkan pahala puasa.

Ketiga hal tersebut adalah menjaga hati agar tidak memiliki perasaan iri dan dengki terhadap prestasi orang lain, tidak melakukan hal yang merugikan orang lain, dan yang terakhir menemukan manfaat dari apa yang sedang dikerjakan.

“Tidak ada orang yang ria, tidak ada orang yang dengki, tidak ada orang yang sombong, kecuali di mata orang yang dengki,” ujarnya.

Jamaah pengajian dengan Ustad Marzuki Imron menjelang ramadan dengan tema “Ramadan Aja Dulu” di Suara Surabaya Media, Kamis (27/2/2025). Foto: Nova Trisya Kaka Mg suarasurabaya.net

Ia mengungkapkan bahwa keburukan orang lain terlihat ketika seseorang memiliki penyakit hati. Ia melanjutkan, muslim yang baik adalah muslim yang lisan dan perbuatannya tidak merugikan orang lain.

Dalam tausiah tersebut, Ustaz Naruto menggarisbawahi untuk tidak mengorbankan pekerjaan untuk melakukan ibadah sunah di bulan Ramadan seperti itikaf.

“Jangan memaksakan itikaf jika nantinya di tempat kerja malah tidur. Jika seperti di Radio Suara Surabaya ini yang melakukan siaran di dini hari, insyaAllah bisa mendapatkan malam lailatul qadar ketika melakukan siaran dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut tidak hanya menyambut bulan Ramadan saja, tetapi juga Visioning bersama Verry Firmansyah CEO Suara Surabaya dan perayaan ulang tahun karyawan Suara Surabaya yang berulang tahun di bulan Februari. (nis/bil/ipg/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Kamis, 27 Februari 2025
29o
Kurs