
Terdengar teriakan, “Api.. Api!” dari halaman belakang Kampoeng Media Suara Surabaya di Jalan Wonokitri Besar 40C, Surabaya, Sabtu (11/11/2017) siang.
Bukan karena ada insiden kebakaran, tapi karyawan Suara Surabaya Media sedang mengikuti pelatihan mandiri, cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan percikan api.
Bagus Ardianto Manajer Teknik Suara Surabaya yang bertindak sebagai instruktur mengatakan bahwa pelatihan ini untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih besar dan keselamatan jiwa seluruh orang jika terjadi kebakaran di Suara Surabaya Media.
Menurut Bagus, idealnya pelatihan semacam ini dilaksanakan setahun sekali.
Setelah menjelaskan macam-macam APAR, Bagus mengingatkan karyawan Suara Surabaya Media agar jangan panik saat melihat percikan api.
“Segera ambil APAR yang sudah disiapkan di masing-masing ruangan,” katanya.
Setelah itu, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
1. Cabut pin pengaman yang terletak di atas valve alat pemadam
2. Pegang selang tabung pemadam api pada ujung selang pemadam tersebut
3. Tekan tuas alat pemadam api sampai full
4. Usahakan berdiri di jarak tiga meter dan perlahan lahan maju hingga api mulai padam
5. Arahkan alat pemadam kebakaran yang telah ditekan full ke titik api
6. Setelah itu, yang terpenting cukup kita lihat arah mata angin, apinya mengarah atau bertiup ke arah mana. Kita harus berdiri satu arah dengan arah angin.
Bagus menjelaskan, ada empat macam APAR yaitu Gas Pengganti Hallon Non CFC (HCFC-141B), Carbon Dioxide (CO2), Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam), dan Dry Chemical Powder.
“Di Suara Surabaya kita menyediakan yang CO2 dan powder. Khusus CO2 itu untuk kebakaran pada peralatan elektronik,” ujarnya.
Ketika api di tong bekas yang disiapkan untuk simulasi mulai berkobar, nampak seluruh karyawan Suara Surabaya Media antusias dan bergantian ingin mencoba menyemprot APAR ke sumber api.
Aini Kusuma penyiar Radio Suara Surabaya yang mengikuti pelatihan ini mengatakan bahwa pelatihan mandiri semacam ini dapat menambah pengetahuan saat ada kebakaran.
“Paling tidak kita tahu kondisi darurat kalau terjadi percikan api di tempat kerja kita. Apalagi studio Suara Surabaya posisinya di lantai dua. Mau tidak mau harus mandiri melakukan pemadaman,” kata Aini.
Dia menambahkan, sekalian bisa mengingatkan warga tentang jenis APAR. “Kalau yang terbakar kertas disemprot pakai foam atau powder. Kalau barang dari besi pakai C02,” ujarnya. (iss/ipg)
Teks Foto:
1. Bagus Ardianto Manajer Teknik Suara Surabaya saat menjelaskan jenis-jenis APAR.
2. Karyawan Suara Surabaya Media saat mencoba memadamkan api dengan APAR berisi Dry Chemical Powder.
3. APAR berisi gas CO2.
Foto: Ika suarasurabaya.net