Kamis, 27 Februari 2025

Survei di Pantura untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran, Polri Klasifikasi Empat Klaster

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Masyarakat saat memadati Terminal Purabaya di puncak hari mudik lebaran, Jumat (5/4/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net Masyarakat saat memadati Terminal Purabaya di puncak hari mudik lebaran, Jumat (5/4/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Polri bersama pemangku kepentingan terkait melakukan survei di wilayah pantai utara (pantura) Jawa untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Ramadan 1446 H pada 26 Maret-8 April 2025.

Survei tersebut dilaksanakan selama 23-28 Februari 2025 oleh Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri didampingi pejabat utama Korlantas Polri, Rivan Achmad Purwantono Direktur Utama Jasa Raharja, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga.

“Dengan survei ini, kami dapat merancang strategi lalu lintas yang lebih efektif, sehingga arus mudik lebaran 2025 di wilayah pantura bisa berjalan dengan lancar dan nyaman,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa tujuan survei yang dilakukan pihaknya adalah untuk mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, mengoptimalkan sarana dan prasarana di jalan tol dan pelabuhan, hingga memberikan rasa aman bagi pemudik dengan peningkatan patroli dan pengawasan.

Melansir dari Antara, dia menyatakan jika Korlantas Polri telah mengidentifikasi empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan di jalur pantura, yakni jalur tol, jalan nasional, pelabuhan penyeberangan, serta destinasi wisata maupun tempat ibadah.

Menurut dia, identifikasi tersebut penting karena jalur pantura merupakan salah satu jalur utama yang digunakan pemudik menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa fokus survei untuk klaster jalan tol meliputi pengecekan kondisi jalan dari lubang atau kerusakan yang dapat membahayakan pengendara, meninjau kesiapan rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta marka jalan.

Ia juga mengatakan bahwa survei jalan tol memantau titik rawan macet seperti gerbang tol, dan persimpangan utama. Kemudian, merancang strategi pengaturan lalu lintas yang meliputi sistem rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

Untuk tempat peristirahatan, kata dia, pihaknya meninjau fasilitas pendukung seperti kapasitas parkir, ketersediaan toilet, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan tempat makan.

Kemudian, survei jalan tol turut mengecek sistem pembayaran tol guna menghindari antrean panjang di gerbang tol.

Berikutnya, klaster pelabuhan penyeberangan, dia menjelaskan bahwa pihaknya mengecek kesiapan infrastruktur pelabuhan, memastikan dermaga dalam kondisi baik dan mampu menampung lonjakan kendaraan serta penumpang, serta mengecek jalur masuk dan keluar pelabuhan untuk menghindari kemacetan di sekitar area pelabuhan.

Agus sebagai Kakorlantas mengaku telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan agar arus mudik berjalan lancar, hingga mengecek kesiapan personel di lapangan.

Terakhir, kata dia, survei dilakukan dengan mengecek keamanan dan kelancaran arus penumpang, meninjau sistem tiket untuk memastikan tidak ada gangguan teknis, serta memastikan agar pengaturan parkiran dan jalur antrean kendaraan tidak menghambat arus lalu lintas di sekitar pelabuhan. (ant/dra/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Kamis, 27 Februari 2025
27o
Kurs