
Ibrahim Assuabi Pengamat mata uang mengatakan, pelemahan nilai tukar (kurs) Rupiah terpengaruh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait ancaman tarif perdagangan tembaga.
“Trump menambah sentimen negatif dengan mengancam akan mengenakan tarif pada tembaga,” ucapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Berdasarkan informasi dari Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Trump memperketat kebijakan perdagangan dengan memerintahkan penyelidikan terhadap potensi tarif baru pada impor tembaga.
Langkah dari AS itu bertujuan untuk memperkuat industri domestik AS yang mendukung sektor kendaraan listrik, perangkat keras militer, dan infrastruktur jaringan listrik.
Faktor lain dari pelemahan kurs Rupiah yaitu isyarat Trump terkait tarif 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko yang akan tetap berjalan sesuai rencana.
Presiden AS sempat menandatangani perintah eksekutif pada awal Februari untuk mengenakan tarif 25 persen terhadap impor dari Kanada dan Meksiko. Kemudian, pemberlakuan tarif atas produk dari kedua negara tersebut di AS ditangguhkan selama 30 hari.
Setelah hampir sebulan, Trump tetap bersikukuh dengan rencana untuk memberlakukan tarif terhadap Kanada dan Meksiko.
“Pungutan atas impor dari kedua negara tersebut tepat waktu dan sesuai jadwal meskipun kedua (negara itu) telah berupaya untuk memperkuat keamanan perbatasan,” ungkap Ibrahim, dilansir dari Antara.
Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan pasa Rabu di Jakarta melemah hingga 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.381 per Dollar AS dari sebelumnya Rp16.371 per Dollar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut melemah ke level Rp16.387 per Dollar AS dari sebelumnya Rp16.316 per Dollar AS. (ant/bel/rid)