
Ariston Tjendra Presiden Direktur PT Doo Financial Futures menyatakan nilai tukar (kurs) rupiah masih akan berkonsolidasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“Peluang pelemahan terbuka hingga Rp16.800, dengan potensi penguatan ke arah Rp16.720, hari ini,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/4/2025).
Pada Senin (14/4/2025), penguatan rupiah terhadap dolar AS dinilai terbatas karena tidak mencapai 50 basis points (bps). Menurut dia, hal ini menandakan rupiah masih rapuh akibat tekanan dolar AS.
Padahal, indeks dolar AS turun lumayan dalam ke bawah level 100 yang tak pernah disentuh sebelumnya sejak Juli 2023.
Sentimen negatif juga berasal dari internal perekonomian Indonesia yang mungkin dipandang pasar masih belum cukup untuk menopang penguatan kurs rupiah.
Di sisi lain, pasar masih merespon positif relaksasi kebijakan Trump. Mulai dari mengecualikan produk-produk elektronik China dari tarif sebesar 145 persen, hingga penangguhan kebijakan tarif di atas batas dasar 10 persen selama 90 hari kepada 75 negara.
“Sebagian indeks saham Asia terlihat positif pagi ini,” kata dia, dilansir Antara.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Selasa pagi di Jakarta menguat sebesar 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.781 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.787 per dolar AS.(ant/dra/faz)