Jumat, 4 April 2025

Rupiah Berpotensi Alami Tekanan Berat Imbas Kebijakan Tarif AS

Laporan oleh Magang Suara Surabaya
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Lukman Leong Analis Doo Financial Futures menilai, nilai tukar (kurs) Rupiah mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).

“Indonesia (mendapatkan tarif) 32 persen. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” kata Lukman kepada di Jakarta, Kamis (3/4/2025), dilansir Antara.

Pada Rabu (2/4/2025), Donald Trump Presiden AS mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS sebagai upaya untuk memangkas defisit perdagangan global.

Tarif tambahan sebanyak 25 persen untuk semua mobil yang dibuat di luar AS sebagaimana diumumkan Trump pekan lalu, akan berlaku sesuai rencana pada hari ini.

“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini, besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi Bank Indonesia. Indeks Dollar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” ujar Lukman.

Berdasarkan sentimen tersebut, kurs Rupiah pada hari ini diperkirakan berkisar Rp16.600 sampai dengan Rp16.900 per Dollar AS.

Nilai tukar Rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta melemah 59 poin atau 0,36 persen menjadi Rp16.772 per Dollar AS dari sebelumnya Rp16.713 per Dollar AS.(ant/dra/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Jumat, 4 April 2025
24o
Kurs