Sabtu, 5 April 2025

RI dan Malaysia Koordinasi Terkait Kebijakan Tarif Resiprokal AS

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengunjungi Malaysia untuk berkoordinasi merespons kebijakan tarif resiprokal AS, Malaysia, Jumat (4/4/2025). Foto: Antara

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengunjungi Malaysia untuk berkoordinasi merespons kebijakan tarif resiprokal AS.

Airlangga memilih untuk segera komunikasi dan mendatangi Malaysia yang saat ini bertindak selaku Keketuaan ASEAN tahun 2025.

“Malaysia selaku Keketuaan ASEAN 2025, menjadi sangat penting untuk mendorong penguatan kerja sama seluruh Negara ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk respons atas kebijakan tarif resiprokal AS,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/4/2025) dilansir dari Antara.

Dalam kunjungan ke Kuala Lumpur ini, di hari pertama, Kamis (3/4/2025) kemarin, Airlangga mengadakan pertemuan dengan Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi Deputy Prime Minister of Malaysia I di kediaman resmi DPM I. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru kebijakan tarif resiprokal AS.

Pada hari kedua Jumat (4/4/2025), Menko Airlangga diterima langsung oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim Perdana Menteri (PM) Malaysia di kantornya di Putrajaya.

Anwar Ibrahim PM menyampaikan bahwa pertemuan tersebut untuk mendiskusikan perkembangan dari berbagai kerja sama ekonomi Malaysia dengan Indonesia.

“Kami memanfaatkan sepenuhnya persahabatan erat kedua negara, terutama dalam memperkuat lebih banyak lagi kegiatan ekonomi dan perdagangan, yang melibatkan pengusaha Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor terkait,” kata Anwar Ibrahim.

Sejalan dengan Airlangga,  Anwar PM juga mengatakan bahwa, sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Malaysia membutuhkan kerja sama dari semua negara tetangga termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas Malaysia sebagai tujuan investasi, pariwisata, dan perdagangan di kawasan.

Pada pertemuan tersebut, Anwar Ibrahim PM didampingi oleh Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Azis Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI).

Setelah pertemuan dengan Anwar PM, Airlangga langsung menindaklanjuti untuk pertemuan khusus dengan Tengku Zafrul MITI.

Pada pertemuan tersebut, Tengku Zafrul mengatakan bahwa pertemuan dengan Menko Airlangga juga membahas strategi untuk penguatan ekonomi regional ASEAN.

“Dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian, Persatuan ASEAN bukan lagi pilihan, tetapi menjadi suatu keharusan. Mari kita perkuat ekonomi regional untuk kesejahteraan bersama,” ucap Tengku Zafrul.

Pada kesempatan tersebut Airlangga menegaskan bahwa posisi ASEAN di Indo Pasifik sangat penting, bahkan dapat menjadi satu kekuatan besar untuk mendorong penguatan ekonomi regional di kawasan.

Tengku Zafrul MITI dan  Airlangga Menko sepakat, pada saat ekonomi global sedang bergejolak, maka suara ASEAN perlu lebih lantang.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia akan memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Framework Agreement/ TIFA) untuk mencari keuntungan dari perdagangan timbal balik dan mengupayakan berbagai perjanjian kerjasama dengan AS.

Airlangga menegaskan perlu dilakukan sinkronisasi antar negara-negara ASEAN, karena dari 10 negara ASEAN, semua terkena dampak kebijakan tarif resiprokal AS sehingga perlu secara kolektif membangun komunikasi dan engagement dengan Pemerintah AS.

Keduanya mengakui bahwa kebijakan tarif Presiden Trump menimbulkan tantangan yang besar terhadap dinamika perdagangan global.

“Dengan tetap menghormati kebijakan tersebut, Indonesia dan Malaysia percaya pada hubungan yang konstruktif dan saling menguntungkan. Keduanya berkomitmen untuk menjaga kepentingan ekonomi dengan tetap menjaga hubungan perdagangan yang kuat dengan AS,” katanya. (ant/kak/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 5 April 2025
26o
Kurs