Sabtu, 5 April 2025

Ketua Kadin Surabaya Sebut Kebijakan Tarif Trump Bisa Jadi Peluang Baru untuk Indonesia

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
M. Ali Affandi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya. Foto: Kadin Surabaya

Kebijakan tarif yang ditetapkan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), Rabu (2/4/2025) lalu, dilihat Ali Affandi Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Surabaya tidak hanya sebagai ancaman, tapi juga peluang.

Andhi mengatakan, kebijakan yang diterapkan Trump merupakan rencana Amerika dalam memperbaiki ketimpangan hubungan dagang dengan negara lain.

“Mereka ingin semua negara memberikan perlakuan yang adil dan seimbang dalam perdagangan. Jika Amerika membuka pasar dan menurunkan pajak impor (tarif), maka negara lain juga harus melakukan hal yang sama. Jika tidak, Amerika akan mulai menaikkan tarif untuk melindungi produknya sendiri,” terangnya, Sabtu (5/4/2025).

Andhi melanjutkan, terkait kebijakan ini Indonesia tetap perlu waspada. Karena jika Amerika tidak lagi mengambil barang dari pasar Tiongkok atau India, produk murah mereka akan masuk ke negara lain termasuk Indonesia.

“Ini akan jadi ancaman bagi produk lokal kita kalau tidak bisa bersaing,” tambahnya.

Selain ancaman, kata Andhi, kebijakan tarif ini juga merupakan peluang baru bagi Indonesia. Karena, perusahaan besar dari Amerika dan Eropa berpeluang mencari negara baru untuk produksi barang.

“Jika sebelumnya mereka di Tiongkok, sekarang mungkin akan pindah ke negara lain yang lebih netral. Indonesia bisa jadi pilihan kalau kita siap. Peluang ekspor produk lokal ke negara non-Amerika juga bisa meningkat. Misalnya ke Timur Tengah, Afrika, atau negara tetangga ASEAN,” tandasnya.

Sebelumnya Trump pada Rabu lalu telah mengumumkan kenaikan tarif untuk barang-barang yang masuk ke negaranya, sedikitnya 10 persen.

Banyak negara yang masuk daftar kebijakan kontroversial Trump itu, termasuk Indonesia. Menurut unggahan Gedung Putih di Instagram, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.

Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS. Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban perang dagang AS.

Ada Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen dan 36 persen. (kir/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 5 April 2025
26o
Kurs