Rabu, 26 Februari 2025

Kadin Jatim Sebut Danantara adalah Solusi dan Opportunity

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Prof. Tommy Kayhatu Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Timur (Jatim). Foto: Istimewa

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menyambut baik atas peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kadin Jatim menilai, Danantara adalah solusi dan opportunity yang harus direspon baik oleh pelaku usaha.

Prof. Tommy Kayhatu Wakil Ketua Umum Kadin Jatim mengungkapkan, semestinya pengusaha memandang keberadaan Danantara sebagai hal yang positif.

Karena, jika Danantara ini berjalan dengan baik, maka badan ini akan mampu melakukan investasi dan dapat menarik investor asing untuk bekerjasama melakukan joint ventures.

Sehingga project-project real seperti, misalnya, hilirisasi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang, khususnya di bidang sumber daya alam akan menjadi berubah menjadi industrialisasi yang akan mampu menyerap banyak tenaga kerja .

“Dan sebagai pengusaha, kita punya kesempatan untuk bermitra karena dana yang dikelola besar sekali dan tidak mungkin mereka mengerjakan sendiri,” katanya.

“Seorang pengusaha itu kan basicnya entrepreneurship. Entrepreneurship itu melihat tantangan sebagai peluang. Apalagi ini bukan tantangan tetapi opportunity. Ya harusnya pengusaha tidak ragu, tetapi memandang ini sebagai satu bagian yang positif,” imbuh Prof. Tommy Kayhatu.

Ia menyebut Danantara sebenarnya adalah mimpi besar ekonom Indonesia Profesor Sumitro Djojohadikusumo yang sekaligus ayah dari Prabowo Presiden.

“Beliau ingin Indonesia memiliki satu super holding dimana dananya berasal dari deviden BUMN yang dikelola secara tersendiri untuk membantu perekonomian nasional dalam rangka menciptakan peluang-peluang atau opportunity-opportunity baru,” ungkap Prof. Tommy.

Tetapi lembaga ini harus dipegang oleh seorang yang sangat professional, memiliki idenya yang juga profesional dan mampu melakukan investasi atau menarik investasi atau bahkan melakukan investasi ke luar negara Republik Indonesia dengan satu tujuan keuntungan bagi republik ini.

“Jadi boleh dibilang ini pola pikirnya semi dikerjakan oleh swasta. jadi orang-orang yang pro untuk mendapatkan investasi, baik itu real investment maupun financial investment,” tandas Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya ini.

Ia tidak menampik jika ada beberapa pengusaha yang merasa khawatir Danantara ini akan menjadi kekuatannya luar biasa besar yang mendapatkan backup dari regulator, yaitu pemerintah Republik Indonesia hingga kemudian berubah menjadi perusahaan yang memonopoli seluruh sektor.

“Memang kemungkinan itu ada. Tetapi seperti halnya kita tahu bahwa Danantara diciptakan oleh pemerintah bukan untuk mematikan usaha-usaha yang lain tetapi untuk mendorong usaha-usaha lain yang terlibat, termasuk sektor swasta yang selama ini sudah berjuang untuk republik ini tidak akan ditinggalkan,” ujarnya optimistis.

Terlebih Danantara memiliki orientasi untuk pengembangan Usaha Mikro Kecin dan Menengah (UMKM) dan juga memiliki tujuan untuk bermitra dengan pengusaha lokal.

“Itu yang sudah dicanangkan oleh bapak presiden. Agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi, maka harus ada regulasi yang jelas dan pengawasan dan transparansi. Ini yang harus ditekankan,” pungkas Prof. Tommy. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Rabu, 26 Februari 2025
31o
Kurs