Sabtu, 5 April 2025

Imbas Kebijakan Tarif AS, Ekonom Sebut Indonesia Akan Hadapi Perlambatan Ekonomi

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi Rupiah. Foto: Pixabay

Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang diterapkan Donald Trump presiden AS, Rabu (2/4/2025) lalu, disebut ekonom akan mempengaruhi ekonomi di Indonesia.

Bhima Yudhistira Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memproyeksikan bahwa tarif baru yang diterapkan AS sebesar 32 persen akan mengurangi volume ekspor Indonesia ke AS dan juga dapat berdampak negatif pada pengiriman ke negara-negara lain.

“Sektor otomotif, elektronik, pakaian, dan tekstil akan terdampak paling parah,” terang Bhima, melansir Antara, Jumat (4/4/2025).

Sementara itu, Lukman Leong analis Doo Financial Futures menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan berat setelah penerapan tarif AS pada April ini.

“Indonesia sedang menghadapi tarif 32 persen. Rupiah akan tetap berada di bawah tekanan berat karena Indonesia termasuk salah satu negara yang dikenakan tarif timbal balik terbesar,” lanjutnya.

Leong memaparkan bahwa indeks dolar AS semakin tidak stabil setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai kebijakan tarif balasan yang tampaknya lebih agresif dari yang diperkirakan.

Untuk mencegah depresiasi lebih lanjut dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Leong menyarankan agar Bank Indonesia segera melakukan intervensi.

Adapun Wijayanto Samirin ekonom Universitas Paramadina mengatakan bahwa tarif-tarif tersebut akan mengikis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen.

“Saham-saham dari beberapa sektor yang berorientasi ekspor akan menjadi semakin tidak stabil,” tandasnya.(ant/kir/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 5 April 2025
31o
Kurs