Minggu, 6 April 2025

Harga Emas Anjlok, Pakar Minta Pemerintah Jaga Kurs Rupiah dan Cari Pasar Ekspor Baru

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Foto: iStock

Romauli Nainggolan Dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Ciputra (UC) Surabaya menyebut, anjloknya harga emas dipicu oleh beberapa faktor. Seperti hukum demand and supply dan kebijakan perang dagang Amerika Serikat.

“Emas adalah investasi yang mudah dicairkan, baik bagi individu maupun investor. Ketika permintaan emas di pasar naik, pemasok cenderung menaikkan harga. Tapi, saat ini pasokan emas di pasar banyak, sehingga harga turun,” katanya saat dihubungi suarasurabaya.net pada Sabtu (5/4/2025).

Roma mengatakan, kebijakan Donald Trump Presiden yang menetapkan tarif impor 32 persen, memberikan dampak pada kemampuan Indonesia dalam mengekspor produk ke negara tersebut. Sehingga, investor mulai antisipasi untuk investasi dengan melepas emas mereka.

“Mereka (investor) harus tetap melakukan ekspor, tapi ekspornya tertahan ke negara tujuan Amerika. Mereka harus cari ke negara yang lain. Nah, untuk negosiasi ke negara lain, dia tetap akan operasional, dia butuh dana investasinya dicairkan. Nah, dia lepas emasnya,” jelasnya.

Harga emas, lanjut Roma, akan terus turun selama jumlah penawaran (sisi supply) lebih banyak jika dibandingkan dengan angka permintaan emas di pasar.

“Harga emas akan berhenti turun jika jumlah penawaran sama dengan jumlah permintaan di pasar,” ucapnya.

Romauli Nainggolan Dosen Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Foto: Dokumen pribadi Romauli Nainggolan

Bagi masyarakat awam yang baru saja membeli emas, kondisi tersebut sangat merugikan, karena nilainya mengalami penurunan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar tidak menjual emas terlebih dahulu sekarang.

“Untuk masyarakat yang sudah punya emas sekarang, sebaiknya jangan jual dulu emas kalau sedang turun-turunnya, narena ruginya akan double ity. Dia akan kena potong dengan biaya operasional pembuatan emas. Yang kedua dia kena potong dari harga emas dunia,” imbuhnya.

Sementara untuk pemangku kebijakan, ia menegaskan bahwa Bank Indonesia (BI) harus menjaga kurs rupiah saat ini. Pemerintah juga harus mencari solusi alternatif untuk ekspor Indonesia ke negara-negara lain, seperti Eropa.

“Pemerintah kita harus cari solusi ekspor kalau sudah ada perang dagang kayak begini. Cari ke negara-negara yang berpeluang selain Amerika, entah ke negara di Eropa, karena kita cukup banyak mengekspor ke Amerika,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu (5/4/2025), harga jual emas Antam turun Rp17.000, dari semula Rp1.882.000 menjadi 1.865.000 per gram.

Emas UBS mengalami penurunan sebanyak Rp28.000 dari semula Rp1.825.000 menjadi Rp1.797.000 per gram. Sedangkan emas Galeri24 juga turun Rp13.000, dari semula Rp1.804.000 menjadi Rp1.794.000 per gram. (ris/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Minggu, 6 April 2025
27o
Kurs