
Naik drastisnya permintaan komoditas perhiasan/permata membuat nilai ekspor Jawa Timur (Jatim) melejit. Di bulan Februari 2016, nilai ekspor Jatim mencapai 1.861,13 juta dollar AS atau naik 41,75 persen.
Tingginya permintaan dari negara Swiss, membuat komoditas perhiasan/permata Jatim secara total naik 251,67 persen.
“Di bulan Februari lalu, Swiss menyerap perhiasan/permata Jatim dengan jumlah yang sangat besar yaitu 0,44 miliar dollar AS. Selain itu, Swiss juga menyerap komoditas perabot dan penerangan rumah Jatim. 14 persen dari total ekspor Jatim tertuju ke Swiss,” kata Teguh Pramono Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim kepada wartawan, Selasa (15/3/2016) di Surabaya.
Selain Swiss, komoditas perhiasan/permata Jatim juga paling banyak diserap oleh Jepang senilai 0,14 miliar dollar AS dan Singapura senilai 0,23 miliar dollar AS.
Biasanya, tiga negara tujuan ekspor Jatim terbesar adalah Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Namun, Tiongkok, dan Amerika Serikat tidak masuk pada bulan Februari 2016 lalu.
“Ya ada dugaan kalau daya beli kedua negara tujuan ekspor tersebut sedang tidak bagus. Tapi ini bakal fluktuatif, apalagi permintaan Swiss lagi tinggi,” kata Teguh.(dop/iss)