
Industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,75 persen pada triwulan IV tahun 2015 (q to q). Pertumbuhannya lebih rendah daripada triwulan III 2015 yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,96 persen.
Industri manufaktur mikro dan kecil Jawa Timur lebih rendah 2,1 persen dibandingkan nasional yang mengalami kenaikan sebesar 1,35 persen pada triwulan IV 2015.
Sairi Hasbullah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mengatakan, ada 3 industri mikro dan kecil Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan negatif lebih dari 5 persen.
Yaitu, industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer yang turun sebesar 5,17 persen. Disusul industri percetakan yang turun sebesar 6,77 persen.
“Lalu yang terakhir adalah industri karet, barang dari karet, dan plastik yang turun sebesar 12,71 persen,” kata Sairi, Selasa (2/2/2016).
Namun, menurut Sairi, adapula industri mikro dan kecil Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan yang positif meskipun persentasenya kecil.
Diantaranya adalah industri minuman yang naik sebesar 1,01 persen, industri pengolahan sebesar 1,04 persen, dan industri makanan sebesar 3,12 persen.
Selain itu, ada industri tekstil yang tumbuh 3,2 persen, industri pengolahan tembakau sebesar 4,46 persen, dan industri mesin dan perlengkapan yang naik sebesar 11,06 persen.(dop/ipg)