
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melansir bahwa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) masyarakat Jawa Timur diperkirakan meningkat di triwulan I 2016.
ITK Jawa Timur diperkirakan sebesar 108,61 poin yang didasarkan pada indeks pendapatan rumah tangga mendatang sebesar 111,37 poin dan indeks rencana pembelian barang, rekreasi, dan pesta sebesar 103,74.
Perkiraan ITK triwulan I 2016 Jawa Timur ini lebih tinggi dibanding triwulan IV 2015 sebesar 102,12 poin. Diduga, menurunnya kembali harga BBM (bahan bakar minyak) di bulan Januari 2016 memberikan dampak positif terhadap tingkat optimisme konsumen di Jawa Timur.
Artinya, peningkatan ITK Jawa Timur ini menunjukkan masyarakat optimis terhadap kenaikan pendapatannya karena adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di awal tahun ini.
“Dari kenaikan pendapatan di masyarakat, besar peluang terjadi peningkatan volume perdagangan,” kata Teguh Pramono Kepala BPS Jawa Timur, Jumat (5/2/2016) di Surabaya.
Sementara itu, ITK Nasional diperkirakan mencapai 105,38 poin atau lebih rendah dibanding Jawa Timur.
“Ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Jawa Timur memandang optimis pengeluarannya dibanding nasional,” ujar Teguh.
ITK Jawa Timur hanya kalah dengan DI Yogyakarta pada triwulan I 2016 ini dengan perkiraan sebesar 114,78 poin.(dop/iss/ipg)