
Nilai impor Jawa Timur pada bulan September 2015 mencapai 1.525,93 juta dollar AS atau turun 13,20 persen dibanding nilai impor pada bulan sebelumnya. Secara kumulatif, nilai impor Januari-September 2015 juga turun 23,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2014.
“Tiongkok masih jadi pemasok tertinggi ke Jatim dengan 320,53 juta dollar AS. Disusul Amerika Serikat dengan 93,38 juta dollar AS. Serta Thailand sebesar 79,99 juta dollar AS,” kata Sairi Hasbullah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Kamis (15/10/2015).
Selama bulan September 2015, impor migas Jatim didominasi oleh mesin-mesin/peralatan mekanik dengan nilai 192,24 juta dollar AS. Diikuti Bungkil Industri makanan sebesar 90,35 juta dollar AS.
“Komoditi utama dari kelompok barang mesin-mesin/peralatan mekanik adalah derek kapal, overhead travelling crane, transporter crane, bridge crane dan lain-lain. Kalau di bungkil industri makanan, komoditi utamanya adalah bunkil dan residu padat, serta ekstraksi minyak kacang kedelai,” ujar Sairi.
Total, impor non migas Jatim turun 11,81 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk impor migas Jatim pada bulan September 2015 mencapai 276,24 juta dollar AS atau turun 8,46 persen dibanding bulan Agustus 2015.
Secara kumulatif, nilai impor migas Jatim pada bulan Januari-September 2015 juga mengalami penurunan sebesar 52,03 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun 2014. (dop/dwi)