Sabtu, 5 April 2025

Cara Adaptasi dari Suasana Liburan ke Rutinitas Menurut Psikolog

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi Liburan Lebaran. Foto: Freepik

Setelah menjalani libur Lebaran, beberapa orang akan merasakan perasaan berbeda atau yang biasa disebut post holiday blues.

Teresa Indira Andani Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Indonesia membagikan cara beradaptasi dari liburan ke rutinitas yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Setidaknya ada delapan cara yang dibagikan Teresa dengan T.R.A.N.S.I.S.I yakni, Tidur teratur, Rencanakan, Atur ekspektasi, Nikmati hal kecil, Susun jadwal, Ingat motivasi, Sisihkan waktu, dan Interaksi.

“Mengatasi post holiday blues bukanlah tentang memaksakan diri untuk langsung produktif, melainkan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beradaptasi secara bertahap. Dengan menerapkan strategi T.R.A.N.S.I.S.I, transisi dari liburan ke rutinitas bisa lebih nyaman dan menyenangkan,” kata Teresa, melansir Antara, Jumat (4/4/2025).

Dia mengatakan liburan memiliki dampak psikologis yang berperan pada seseorang, karena saat berlibur tingkat kebahagiaan meningkat, tetapi saat sudah selesai, kebahagiaan tersebut kembali ke titik awal dalam waktu yang relatif singkat.

Ia mengatakan hal ini merupakan post holiday blues yang wajar terjadi setelah liburan karena merasa ada “gap” saat menyesuaikan diri kembali ke rutinitas.

Mengubah pola tidur lebih teratur beberapa hari sebelum kembali ke aktivitas menurut Teresa membantu menyesuaikan tubuh kembali ke ritme sirkadian. Selain itu, ia menyarankan untuk jalani hari pertama bekerja dengan ringan seperti mengecek email atau menyusun daftar kegiatan yang akan dijalani dalam satu hari terlebih dahulu.

Teresa menyebut, untuk kembali ke mode “on” menjalankan kegiatan rutinitas membutuhkan waktu sehingga harus Atur ekspektasi dan jangan memaksakan diri untuk langsung produktif 100 persen.

“Fokuslah pada progress, bukan perfeksionisme,” jelasnya.

Saat memulai hari kerja pertama setelah berlibur, ia menyarankan untuk nikmati hal kecil dalam rutinitas seperti menyeduh kopi atau mendengarkan musik.

Kegiatan ini membantu otak melepaskan dopamin yang bisa meningkatkan semangat, serta awali hari dengan menyusun jadwal aktivitas bertahap dan prioritaskan yang paling penting dan mendesak, ujarnya.

“Ingat kembali motivasi bekerja atau sekolah, apa yang membuat Anda menikmati pekerjaan/sekolah? Apakah itu interaksi dengan teman, kesempatan belajar, atau tujuan jangka panjang? Mengingat alasan mengapa kita bekerja atau belajar bisa menjadi motivasi internal untuk kembali semangat,” kata Teresa menjelaskan.

Ia mengatakan agar hari pertama tidak menjadi beban, tetap sisihkan waktu untuk perawatan diri dengan berolahraga ringan, meditasi, atau sekedar berjalan santai di luar ruangan untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

Terakhir, Teresa mengingatkan untuk meluangkan waktu berinteraksi dan ngobrol dengan rekan kerja untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood secara alami.

Jika mengalami gangguan suasana hati lebih dari dua minggu, segera konsultasikan ke ahli seperti psikolog secara online maupun offline.(ant/kir/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Belakang Suroboyo Bus

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 5 April 2025
28o
Kurs