Jumat, 28 Februari 2025

Polisi Gelar 120 Adegan Kasus Mutilasi Koper Merah di Kediri, Pelaku Senyum-Senyum di Tengah Rekonstruksi

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Tersangka Antok saat menjalani rekonstruksi kasus mutilasi koper merah di salah satu hotel di Kota Kediri, Kamis (27/2/20205). Foto: Istimewa

Polda Jawa Timur mengulang 120 adegan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap UK (30) wanita asal Blitar di hotel, restoran, dan mini market di Kota Kediri, Kamis (27/2/2025). Rohmad Tri Hartanto (32 tahun) alias Antok tersangka dalam kasus ini nampak senyum-senyum di tengah adegan rekonstruksi.

Saat berada di TKP utama yakni salah satu hotel di Kota Kediri, Antok memeragakan 80 adegan yang menggambarkan detil peristiwa dari awal hingga korban dimutilasi.

AKBP Arbaridi Jumhur Kasubdit III Jatanras Polda Jatim menyatakan, rekonstruksi ini untuk memperjelas kronologi kejadian dan mencocokkan keterangan tersangka dengan hasil penyelidikan polisi.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian peristiwa sesuai dengan fakta yang telah kami kumpulkan dalam penyelidikan. Sejauh ini, tersangka cukup kooperatif,” katanya usai rekonstruksi.

Selama rekonstruksi berlangsung, pelaku tampak mengikuti setiap adegan dengan lancar tanpa melakukan bantahan. Jumhur menyebut tidak ada tanda-tanda kebingungan atau tersangka mencoba mengubah keterangan.

“Tersangka mengikuti seluruh adegan sesuai dengan yang ia sampaikan dalam pemeriksaan,” tuturnya.

Sebagai informasi, hasil pemeriksaan tes psikologis oleh kepolisian menunjukkan Antok mengidap gangguan kepribadian psikopat narsistik. Yang mana ia terlihat tenang dan beberapa kali tersenyum saat memperagakan adegan kasus mutilasi itu. Sikap Antok menjadi sorotan awak media yang hadir di lokasi.

Dalam kasus ini potongan tubuh korban ditemukan di beberapa lokasi berbeda. Badan korban ditemukan pertama kali terbungkus koper merah di Ngawi, kemudian kepala korban ditemukan di Trenggalek dan kaki korban di Ponorogo. Nantinya polisi akan melakukan rekonstruksi di sejumlah daerah itu.

“Kami juga akan melakukan rekonstruksi di beberapa kota lain seperti Tulungagung, Trenggalek, Ngawi dan Ponorogo nanti,” ungkap Jumhur. (wld/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Jumat, 28 Februari 2025
25o
Kurs