Jumat, 28 Februari 2025

Ahli Gizi Sebut Susu Penting dalam MBG

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
FGD akademisi hingga pemerintah membahas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Kamis (27/2/2025). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Ahli gizi menyebut pentingnya susu dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pelengkap kebutuhan gizi anak.

Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyebut, susu penting untuk mempercepat pertumbuhan anak sejak lahir hingga usia 5 tahun.

“Kalau tidak boleh mempromosikan susu di (usia) 2 tahun, maka sangat sayang,” katanya dalam Forum Group Discussion bertema “Peran Stakeholder dan Media dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis” di Surabaya Kamis (27/2/2025).

Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah hanya 16 liter perkapita per tahun, sedangkan Belanda 250 liter perkapita per tahun.

Menurutnya rendahnya konsumsi susu, salah satu faktor penyebab stunting di Indonesia.

“Studi saya menunjukkan, anak-anak stunting tidak diberi informasi (pentingnya) susu pertumbuhan sampai 2 tahun, jadi telat konsumsi susu pertumbuhan,” bebernya.

Menurutnya susu salah satu kebutuhan gizi yang penting dan praktis, tidak bisa digantikan dengan sumber protein lain.

“Ikan bisa tapi anak makan ikan paling 1/4. Tapi kalau susu sekali teguk kemasan kecil misalnya sudah terpenuhi gizinya 6 gram,” jelasnya.

Ia menilai Makan Bergizi Gratis (MBG) harus fokus mengedukasi kandungan gizi bukan hanya fokus menyediakan menu makanan.

“Guru harus memberikan edukasi ke siswa,” ucapnya.

Selama MBG berjalan, katanya, sudah memenuhi standar kebutuhan gizi. Dengan anggaran per porsi Rp15 ribu membuat siswa berkesempatan mengonsumsi makanan berkualitas.

“Masalahnya itu bagaimana kadang-kadang makanan kurang bagus, masalahnya pengalaman menyiapkan makanan jumlah banyak masih kurang,” tuturnya.

Ia berharap, semua pihak terutama guru dan orang tua mengamati standar gizi dalam MBG jika nanti program ini tidak lagi menyasar semua siswa.

“Jika jadi beban ya harus memilih mudah-mudahan sekarang sudah memberi keseluruhan otomatis ibu, guru sudah teredukasi bisa menyiapkan yang pernah diberi ke MBG,” paparnya.

Sementara Cicik Swi Antika Kepala Seksi Kesehatan Gizi Masyarakat Dinkes Jatim menambahkan, kekurangan gizi bisa menyebabkan banyak masalah selain stunting.

“Kematian ibu dan anak,” katanya.

Ia mengaku mendukung MBG terkait kecukupan gizi, edukasi gizi, dan keamanan pangan.

“Meningkatkan kapasitas petugas terutama di sekolah, terutama ibu hamil lewat kader itu yang kita tingkatkan kapasitasnya, terus higienis dan sanitasi kita pastikan SPPG punya sertifikasi, diharapkan tempatnya sudah sesuai standar untuk menyediakan makanan bergizi dan aman. Terakhir ketika terjadi keracunan pangan tata laksana gimana,” jelasnya lagi.

Lutfil Hakim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menambahkan dari sisi pers harus mendukung program MBG.

Menurutnya kritik atau saran perlu untuk menguatkan bukan menghambat penyelenggaraan program.

“Pers harus memberi masukan sesuai UU pers,” tambahnya.

Fetti Fadliah Corporate Communication Manager PT Frisian Flag Indonesia komitmen mendukung MBG dengan ikut sosialisasi kecukupan gizi bagi anak.

“Kita konsisten menyediakan produk bergizi dan berkualitas. Bekerjasama dengan mitra peternak,” katanya.

Ia memastikan produk susu kemasan yang dipakai untuk MBG memenuhi standar gula rendah.

“Gula di susu yang dipakai MBG low sugar products. Sesuai standar BPOM,” tandasnya. (lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Tempat Laundry di Simo Tambaan

Kecelakaan Mobil Listrik Masuk ke Sungai

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Surabaya
Jumat, 28 Februari 2025
25o
Kurs