Rabu, 15 Januari 2025

Gencatan Senjata dan Pertukaran Tahanan di Gaza Diharapkan Terjadi pada Jumat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kerusakan di luar Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahya di Jalur Gaza utara, menyusul serangan Israel yang dilaporkan menghantam kompleks medis tersebut pada 6 Desember. Foto: AFP

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas hampir siap dan Kemungkinan besar, kesepakatan ini akan diteken pada Jumat (14/1/2025).

Berbicara kepada Anadolu, sejumlah sumber di Palestina mengatakan bahwa telah ada kemajuan dalam finalisasi kesepakatan tersebut.

Kanal lembaga siar Israel menyebutkan bahwa kabinet keamanan Israel mungkin akan bersidang pada Selasa untuk menyetujui kesepakatan itu.

Kesepakatan tersebut hampir siap dengan asumsi situasi tetap seperti sekarang, dan penandatanganannya diharapkan pada Jumat atau bahkan lebih awal, kata sumber Palestina tersebut.

Dilansir dari Antara pada Selasa (14/1/2025), kesepakatan terbagi menjadi tiga tahap, dengan tahap pertama berlangsung selama 40 hingga 42 hari, tambah mereka.

Pada tahap pertama, pasukan Israel akan tetap ditempatkan di sepanjang koridor Netzarim dan Philadelphi.

Sepekan kemudian, Hamas akan menyerahkan daftar tahanan Israel yang ada dalam tahanannya, setelah itu Israel akan mengizinkan warga yang mengungsi untuk kembali ke Gaza utara.

Mengenai pengaturan kepulangan, sumber tersebut mengatakan Israel akan menarik sebagian dari Koridor Netzarim guna memungkinkan perjalanan aman warga sipil menuju utara.

Mereka yang kembali dengan berjalan kaki tidak akan dikenakan pemeriksaan, sementara mereka yang bepergian dengan mobil akan diperiksa menggunakan peralatan yang disediakan oleh pihak internasional untuk mencegah penyelundupan senjata atau individu bersenjata.

Sumber tersebut juga menyoroti perselisihan mengenai lebar zona penyangga.

Ketika Israel awalnya meminta zona selebar 1.500 meter, kedua pihak akhirnya menyetujui area selebar 1.000 meter.

Selama tahap pertama, negosiasi lebih lanjut akan membahas secara spesifik tahap kedua dan ketiga dengan tujuan memastikan penarikan penuh Israel dari Koridor Netzarim sambil mempertahankan kehadirannya di sepanjang Koridor Philadelphi.

Daftar Israel yang berisi 34 tahanan yang ingin ditukar dengan tahanan Palestina dilaporkan termasuk delapan tentara.

Ketika media mengklaim Hamas telah menyetujui daftar tersebut, sumber-sumber mengatakan mereka menerimanya dengan syarat ketentuan yang berbeda akan berlaku untuk para tentara.

Ada usulan guna membebaskan semua warga sipil yang ditahan setelah 7 Oktober 2023 sebagai ganti dari delapan tentara tersebut, kata sumber itu, serta menambahkan bahwa usulan ini kemungkinan akan disetujui.

Israel saat ini menahan lebih dari 10.300 tahanan Palestina, sementara diperkirakan ada 99 warga Israel ditahan di Gaza. Hamas mengatakan banyak tahanan Israel tewas dalam serangan udara Israel yang membabi buta.

Pembicaraan pertukaran tahanan dan gencatan senjata, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan AS, telah beberapa kali terganggu karena kondisi baru yang diberlakukan oleh kepala otoritas pemerintahan Israel, Benjamin Netanyahu.

Oposisi Israel dan keluarga para tahanan menuduh Netanyahu menghalangi upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pertukaran tahanan dengan Hamas. (ant/kev/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Pohon Tumbang di Jalan Khairil Anwar

Mobil Tabrak Dumptruk di Tol Kejapanan-Sidoarjo pada Senin Pagi

Surabaya
Rabu, 15 Januari 2025
33o
Kurs