Jumat, 31 Januari 2025

18 Tewas Akibat Tambang Emas Monterado-Bengkayang Runtuh

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Ilustrasi. Foto : antarafoto.com

Sedikitnya 18 orang warga tewas tertimbun akibat tambang emas yang diduga ilegal itu runtuh saat mereka menggali emas di daerah Gua Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Sabtu (4/10/2014).

Informasi yang dihimpun Antara di lokasi kejadian menyebutkan bahwa para korban adalah karyawan dan pendulang yang sedang melakukan penambangan emas.

Diduga, penambangan emas tersebut dilakukan tanpa izin atau penambangan emas ilegal.

Para korban sebagian besar adalah laki-laki yakni sebanyak 16 orang dan dua lainnya berjenis kelamin perempuan.

Ketika dikonfirmasi kejadian itu, anggota Polsek Monterado Brigadir Polisi Suprianus membenarkan informasi tersebut. Kecamatan Monterado berbatasan dengan Kota Singkawang.

Data Dinas Pertambangan, Energi dan Sumberdaya Mineral, Kabupaten Bengkayang, mencatat daerah itu memiliki kandungan emas alluvial dengan sumber daya terukur 35.000.000 meter kubik, kadar Au 169 mgr per meter kubik atau 0,005 oz Au setiap meter kubik.

Sementara itu, data dari laman muhlissuhaeri.blogspot.com mencatat penambangan emas tanpa izin (PETI) di sekitar Singkawang itu tak lepas dari sejarah Monterado sebagai pusat penambangan emas pada abad ke 18.

Mary Sommers Heidhues dalam bukunya berjudul “Goldiggers, Farmers and Traders in the Chinese Districts of West Kalimantan” menulis bahwa kerajaan Sambas mendatangkan para pekerja dari Tiongkok demi kebutuhan pertambangan mereka dan Monterado menjadi pusat pertambangan emas saat itu. (ant/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Awan Lentikulari di Penanggungan Mojokerto

Evakuasi Babi yang Berada di Tol Waru

Pohon Tumbang di Jalan Khairil Anwar

Mobil Tabrak Dumptruk di Tol Kejapanan-Sidoarjo pada Senin Pagi

Surabaya
Jumat, 31 Januari 2025
27o
Kurs