
Jawa Timur mengklaim sebagai provinsi yang paling tepat untuk menanamkan investasi. Didukung dengan jumlah pelabuhan dan bandara yang banyak, serta kualitas SDM yang produktif dan listrik serta gas yang tersedia menjadikan Jawa Timur memang memiliki nilai tambah dibandingkan provinsi lain.
Hal ini ditegaskan Soekarwo Gubernur Jawa Timur ketika membuka Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2016, di convention Hall lantai 3 grand city Surabaya, Kamis (18/8/2016).
“Saya menargetkan akan ada Rp100 triliun investasi baru yang akan masuk,” kata Soekarwo. Saat ini, izin prinsip yang hendak masuk ke Jawa Timur sebenarnya mencapai Rp273 triliun, sayangnya memang belum seluruhnya terealisasi.
Soekarwo juga berharap, ISCME kali ini juga mampu menumbuhkan minat investor untuk masuk ke Jawa Timur.
Sementara itu Nurhaida, Kepala Ekskutif Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan, ISCME yang diadakan untuk keenam kalinya ini merupakan acara tahunan yang melibatkan seluruh pelaku di industri pasar modal, untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang manfaat dari menjadi perusahaan go publik.
ESCME sendiri akan berlangsung mulai 18 hingga 20 Agustus mendatang. Ada 18 perusahaan yang akan menyampaikan paparan kepada publik, diantaranya Bank Pembangunan Jatim.
Melalui presentasi dan paparan publik dari para perusahaan ini diharapkan dapat terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan investor. Sehingga investor dapat diskusi interaktif dengan manajemen, sekaligus mengetahui prospek bisnis perusahaan yang bersangkutan. (fik/rst)